Dinas Sosial Kabupaten Temanggung mengikuti Bimtek peningkatan kapasitas pekerja sosial masyarakat (PSM). Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah diwakili oleh Kepala bidang Pemberdayaan Sosial Adoniati Meyria Widaningtyas Haripangesti membuka bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pekerja sosial masyarakat (PSM) tingkat lanjutan, bertempat Trio Azana Magelang, Rabu dan Kamis, 11-12 Pebruari 2026.
Dalam kesempatan ini bimtek lanjutan ini diikuti oleh 70 peserta terdiri dari 35 PSM Kabupaten Temanggung dan 35 peserta PSM Kabupaten Magelang.
Dalam sambutannya Kepala bidang Dayasos Dinsos Provinsi Jawa Tengah menyampaikan hasil pertemuan dengan pengurus IPSM Provinsi Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026) bahwa pentingnya penataan kelembagaan IPSM di semua tingkatan dan pemberdayaan PSM untuk membantu mengatasi permasalahan sosial yang terus berkembang.
Hari pertama ini diisi oleh dua narasumber, sesion pertama dari dosen psikologi Universitas Katholik Sugijapranata Semarang, menguraikan tentang motivasi dan tehnik komunikasi efektif pekerja sosial masyarakat dalam pendampingan kepada penerima manfaat.
Dalam kesempatan berikutnya tentang enterpreneur menguraikan tentang membangun kemandirian masyarakat melalui identifikasi potensi lokal dan manajemen usaha kecil. Dengan narasumber dari Naruna Ceramic, merupakan merek keramik handmade asli Indonesia yang memproduksi peralatan makan unik dan estetik (piring, gelas, mangkuk) serta hiasan dinding, populer di kafe, restoran, hotel, bahkan diekspor ke 12 negara. Dan pionir pertama yang sudah mempunyai SGS (Société Générale de Surveillance) merupakan perusahaan terkemuka di dunia yang berbasis di Swiss.
Malam harinya disampaikan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadikan kecamatan sebagai pusat pemberdayaan untuk melindungi dan memberdayakan kelompok rentan (perempuan, anak, disabilitas, lansia, pemuda kreatif) serta mengintegrasikan mereka dalam pembangunan.
Kecamatan berdaya bertujuan menciptakan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, serta mengentaskan kemiskinan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal.
Program ini memiliki pilar utama seperti Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia/disabilitas, Taruna Karya Mandiri (Zilenial), dan pengembangan sport center, dengan implementasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
DINSOS